Selasa, 18 Juni 2013

BIOSFER

Pengertian Biosfer
Robinson, seorang ahli biogeografi, menyebutkan bahwa biosfer merupakan jaringan kehidupan. Dan V.I. Vernadsky, seorang ahli biologi Rusia mendefinisikan lebih rinci lagi :
  a.      Makhluk hidup meliputi keseluruhan organisme di permukaan bumi;
  b.      Biogenic, yaitu mineral yang berasal dari bahan organik, seperti batu bara, gas alam, minyak bumi, tanah humus, dan sampah; serta
  c.       Biocosmik, yaitu materi yang terbentuk dari kegiatan bersama antara makhluk hidup dan proses alam, seperti batuan sedimen dan lempung mineral.

Pembagian Biosfer
Biosfer dibagi menjadi tiga biosiklus (biocyles), yaitu samudra, perairan air tawar, dan daratan. Di dalam setiap biosiklus terdapat biotop, yaituunitwilayah yang menunjukkan keseragaman kondisi habitat sebagai tempat hidup suatu organisme. Setiap biotop ditandai oleh kesamaan faktor regional, seperti iklim dan tanah. Bebepara biotop yang memiliki kesamaan dikelompokkan lagi dalam suatu biokor biotop yang memiliki kesamaan dikelompokkan lagi dalam suatu biokor (biochores). Misalnya, biotop gurun pasir dan biotop gurun batu termasuk pada kelompok biokor gurun. Biotop pesisir berlumpur, peseser berpasir, pesisir kerikil, dan pesisir yang terdiri atas bongkahan baty dikelompokkan ke dalam subbiokor pantai endapan. Kemudian, jika dikelompokkan dengan subbiokor pantai tererosi menjadi biokor pantai. Adapun biokor dasar zona litoral dikelompokkan dengan dasar zona laut neritis dan dasar laut zona bathial, dan abisal menjadi superbiokor benthal (bentis). Biokor dan superbiokor jika digabungkan menjadi biosiklus yang selanjutnya membentuk biosfer.
Keberadaan biom di permukaan bumi dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor yang paling utama adalah iklim. Iklim paling memengaruhi suatu karakter biom. Namun menurut Robinson (1972), terciptanya biom dipermukaan bumi dipengaruhi faktor lingkungan, faktor bawaan, dan faktor evolusi.
  a.      Lingkungan merupakan bentukan alam sekitar yang tercipta oleh kegiatan geologi dan iklim.
  b.      Faktor bawaan, yaitu anatomi, disiologi, dan perilaku organisme.

  c.       Faktor evolusi, yaitu faktor perubahan bentuk fisiologi, anatomi, atau perilaku organisme sebagai usaha makhluk hidup untuk memoertahankan jenis atau spesiesnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar