Kamis, 04 April 2013

KONSEP, PRINSIP, PENDEKATAN, DAN ASPEK GEOGRAFI



      I.            KONSEP
1.      Konsep Lokasi
Adalah pemusatan suatu kegiatan pada wilayah terbatas sehingga dapat menambah fungsi wilayah.a. Lokasi AbsolutLokasi ini menunjukkan letak yang tetap terhadap sistem grid atau koordinat. Untuk menentukan lokasi ini, harus menggunakan letak secara astronomis, yaitu berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Letak absolut bersifat tetap dan tidak berubah. Contohnya adalah suatu titik berlokasi pada 3 °LS dan 130 °BT terdapat di Papua. Selama standar penghitungan astronomis masih digunakan, maka titik lokasi tersebut tidak akan berubah. b. Lokasi Relatif
Lokasi relatif sering disebut dengan letak geografis. Lokasi relatif sifatnya berubah-ubah dan sangat berkaitan dengan keadaan sekitarnya. Contohnya adalah suatu daerah yang terpencil dan sangat jarang penduduknya, tetapi setelah bertahun-tahun ternyata di daerah itu kaya akan tambang, sehingga menyebabkan daerah tersebut menjadi ramai penduduk.

2.      Konsep Jarak
Merupakan jarak tempuh, baik yang berkaitan dengan waktu perjalanan yang diperlukan maupun dengan satuan biaya angkutan.3.      Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan lebih berhubungan dengan kondisi medan yang berkaitan dengan sarana angkutan dan transportasi yang digunakan. Suatu tempat yang tidak memiliki jaringan transportasi dan komunikasi yang memadai maka dapat dikatakan daerah tersebut terisolasi atau terpencil. Ada beberapa penyebab suatu daerah mempunyai aksesibilitas atau keterjangkauan yang rendah, di antaranya kondisi topografi daerah tersebut yang bergunung, berhutan lebat, rawa-rawa, atau berupa gurun pasir. Sebagai contoh kondisi fisik di wilayah Pulau Jawa yang relatif datar mempunyai aksesibilitas yang tinggi, dibandingkan dengan Pulau Irian (Papua) yang aksesibilitasnya rendah karena wilayahnya berupa pegunungan dengan lerengnya yang terjal.4.      Konsep Pola
Pola berkaitan dengan susunan, bentuk, dan persebaran fenomena dalam ruang muka bumi. Fenomena yang dipelajari adalah fenomena alami dan fenomena sosial. Fenomena alami seperti aliran sungai, persebaran vegetasi, jenis tanah, dan curah hujan. Fenomena sosial misalnya, persebaran penduduk, mata pencaharian, permukiman, dan lain-lain. Contoh Penerapan konsep pola di kawasan perkotaan yaitu, manusia membangun kawasan permukiman dengan pola sedemikain rupa agar memudahkan masyarakat mencapai tempat kerja, sekolah, pasar, sehingga mudah menciptakan kehidupan sehari-hari yang nyaman dan sejahtera.5.      Konsep Morfologi
merupakan perwujudan bentuk daratan muka bumi sebagai hasil pengangkatan atau penurunan wilayah seperti erosi dan pengendapan atau sedimentasi. Melihat peristiwa tersebut ada wilayah yang berbentuk pulau, pegunungan, dataran, lereng, lembah, dan dataran aluvial.6.      Konsep Aglomerasi
adalah kecenderungan persebaran penduduk yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan bersifat menguntungkan, karena kesamaan gejala ataupun faktor-faktor umum yang menguntungkan.7.      Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan suatu fenomena di muka bumi bersifat relatif, artinya nilai kegunaan itu tidak sama, tergantung dari kebutuhan penduduk yang bersangkutan.8.      Konsep Interelasi dan Interdependensi
Interaksi merupakan peristiwa saling mempengaruhi objek atau suatu tempat dengan tempat lain. Oleh sebab itu, terjadi interelasi dan interdependensi antar satu dengan yang lainnya.9.      Konsep Diferensiasi Area
Wilayah pada hakikatnya adalah suatu perpaduan antara berbagai unsur, baik unsur lingkungan alam ataupun kehidupan. Hasil perpaduan ini akan menghasilkan ciri khas bagi suatu wilayah (region). Misalnya, wilayah pedesaan dengan corak khas area persawahan sangat berbeda dengan wilayah perkotaan yang terdiri atas area permukiman, pusat-pusat perdagangan dan terkonsentrasinya berbagai utilitas kehidupan.10.  Konsep Keterkaitan Ruangan
adalah derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain di suatu tempat atau ruang. Fenomena yang dimaksud adalah fenomena alam dan fenomena kehidupan sosial. Contohnya adalah keterkaitan antara tingkat erosi dengan kesuburan tanah. Semakin besar tingkat erosi maka kesuburan tanah semakin berkurang.   II.            PENDEKATAN
a.      Pendekatan Keruangan
·         Pendekatan Topik
Hal yang menjadi pegangan pokok dalam melakukan pendekatan topik adalah tidak boleh dolepaskan hubungannya dengan ruang yang menjadi lokasi gejala atau topik yang didekati. Faktor-faktor geografi seperti manusia dan keadaan lingkungan fisiknya tidak boleh diabaikan. Dengan landasan keruangan ini, akan dapat diungkapkan karakteristik kelaparan di wilayah yang bersangkutan.·         Pendekatan aktivitas manusia
Pendekatan utama diarahkan kepada aktivitas manusianya (human activities).pertanyaan utama pada jenis pendekatan ini adalah bagaimana kegiatan manusia atau kegiatan penduduk di suatu daerah atau di suatu wilayah yang bersangkutan.·         Pendekatan Regional
Pendekatan Regional berarti mendekati suatu gejala atau suatu masalah dari region tempat gejala atau masalah tersebut tersebar. Penekanan utama pendekatannya bukan kepada topik atau aktivitas manusianya, melainkan kepada region yang merupakan ruang atau lokasinya.b.      Pendekatan Ekologi
Pendekatan Ekologi (ecological approach) adalah suatu metodologi untuk mendekati, menelaah dan menganalisis suatu gejala atau masalah geografi dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi. Pandangan dan penelaahan ekologi diarahkan kepada hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungan alam.c.       Pendekatan Kewilayahan
bahwa fenomena geografi yang terjadi di setiap wilayah berbeda-beda, sehingga perbedaan ini membentuk karakteristik wilayah. Perbedaan inilah yang mengakibatkan adanya interaksi suatu wilayah dengan wilayah lain untuk saling memenuhi kebutuhannya. semakin tinggi perbedaannya maka interaksi dengan wilayah lainnya semakin tinggiIII.            PRINSIP
a)      Prinsip Penyebaran
Yaitu, suatu gejala dan fakta yang tersebar tidak merata di permukaan bumi yang meliputi bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia.b)     Prinsip Interelasi
Prinsip Interelasi, yaitu suatu hubungan saling terkait dalam ruang, antara gejala yang satu dengan gejala lainnya. Setelah pola penyebaran dan fakta geografi dalam ruang terlihat, hubungan antara daktor fisis dengan faktor fisis, faktor manusia dengan faktor manusia, dan faktor fisis dengan faktor manusia dapat terungkap. Melalui antarhubungan itu, pengungkapan karakteristik gejala atau fakta geografi tempat atau wilayah tertentu juga dapat dilakukan.c)      Prinsip Deskripsi
Yaitu, penjelasan lebih jauh mengenai gejala-gejala yang diselidiki/dipelajari. Deskripsi, selain disajikan dengan tulisan atau kata-kata, dapat juga dilengkapi dengan diagram, grafik, tabel, gambar, dan peta.d)     Prinsip Korologi
Yaitu gejala, fakta, ataupun masalah geografi di suatu tempat yang ditinjau sebarannya, interelasinya, interaksinya, dan integrasinya dalam ruang tertentu, karena ruang itu akan memberikan karakteristik kepada satuan gejala tersebut.IV.            ASPEK
1)      Oikumene dan pemukiman
2)      Penyebaran Penduduk
3)      Kepadatan Penduduk
4)      Perubahan Penduduk
5)      Migrasi Penduduk
Sumber : berbagai buku dan google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar